Alternatif Busi Ruby 250

BUSI Ruby 250ccAkhirnya sampai juga kita pada pembahasan tentang Busi !, barang jelek kecil ini sgt vital gunanya bagi Motor kita , karena selain berfungsi sebagai salah satu elemen pengapian , barang ini juga bisa menjadi indikator kondisi mesin kita ( hufff capek juga ngetiknya nih )teorinya begini … ( kalo males bacanya nda usa dibaca brow )

Teori :
Busi adalah komponen yang berfungsi untuk memercikkan bunga api didalam ruang bakar. Percikan bunga api ini dihasilkan dari tegangan tinggi antar electrode yang dibangkitkan oleh ignition coil. Temperatur didalam ruang bakar dapat mencapai 2500 derajat Celcius dan tekanannya mencapai 50 kg/cm2. Tekanan serta temperatur yang sangat tinggi tsb harus mampu ditahan oleh busi.Pada intinya, konstruksi busi terdiri dari insulator dan electrode. Electrode biasanya menggunakan logam yang dilapis dengan nickel, chrome, mangan, silikon dll agar mampu menahan kondisi ekstrim sedangkan insulatornya berbahan dasar aluminia.Berdasar kemampuan mentransfer panas, busi dibagi dalam dua tipe yaitu:

  • Busi tipe panas adalah busi yang lebih lambat untuk mentransfer panas yang diterima. Cepat mencapai temperatur kerja yang optimal namun jika untuk pemakaian yang berat bisa terbakar. Biasa digunakan pada motor-motor standard untuk penggunaan jarak dekat.
  • Busi tipe dingin lebih mudah mentransfer panas ke bagian head cylinder. Biasanya digunakan untuk penggunaan yang lebih berat misalnya untuk balap atau pemakaian jarak jauh karena sifatnya yang mudah dalam pendinginan.

Masing-masing produsen busi menerapkan nilai rating panas yang berbeda. NGK memberikan rating panas sampai dingin dengan nilai dari 2 ~ 11, Denso menetapkan rating dari 9 ~ 37 sedangkan Champion memberikan rating dari 1 ~ 25.Pada umumnya, pabrikan sepeda motor menggunakan busi dengan tipe medium misalkan untuk merk NGK menggunakan rating 6, 7 atau 8 dan untuk merk Denso menggunakan rating 22 atau 24 karena penggunaan oleh konsumen yang bervariasi.

Klasifikasi tipe busi ini didasarkan oleh faktor-faktor sbb:

* Jarak antara electrode tengah dengan insulator (ukuran volume gas). Busi tipe panas mempunyai volume yang lebih besar.
* Konduktifitas thermal insulator dan electrode
* Konstruksi electrode
* Dimensi gap pada ujung electrode

Pemilihan tipe busi yang sesuai didasarkan pada:

* Campuran bahan bakar yang digunakan
* Perbandingan kompresi.
* Ignition timing (waktu pengapian)
* Kualitas bahan bakar dan kadar oktannya.
* Kondisi pemakaian seperti untuk balap atau pemakaian sehari-hari
* Pola ulir pada kepala busi.

Berdasarkan keterangan diatas, maka penggantian busi dengan tipe yang berbeda dari spesifikasi standard harus disesuaikan. Tipe busi dapat diketahui dari kode yang terdapat pada sisi insulator.

Dicontohkan satu kode busi sbb:

BPR5ES-11 (NGK)
B : menandakan diameter ulir busi (B ~ 14 mm)
P : menunjukkan tipe insulator
R : tipe busi dengan resistor
5 : tingkat panas busi ( jika nilainya semakin besar berarti bertipe lebih dingin )
E : panjang ulir (19 mm)
S : tipe pengggunaan busi (S berarti standard)
-11 : Gap / celah busi yang direkomendasikan ( gap 1,1 mm)

W24ES-U (Denso)

W : menandakan diameter ulir busi (W ~ 14 mm)
24 : tingkat panas busi ( jika nilainya semakin besar berarti bertipe lebih dingin )
E : panjang ulir (19 mm)
S : tipe pengggunaan busi (S berarti standard)
U : konfigurasi gap busi

Untuk sepeda motor yang masih dalam masa garansi, diharuskan untuk menggunakan standard yang tertera pada data spesifikasi (owners manual)

Busi bisa diklasifikasikan dari bahan elektrodanya.

1.busi biasa / standar –> tauk! bahan elektrodanya
2.busi platinum –> bahan elektroda dari platinum
3.busi iridium –> bahan elektroda dari iridium
–> terus sekarang juga ada yg make bahan emas <Busimas GP>
ama perak <lupa merknya>

soal kelebihan, bahan platinum lebih keras n tahan panas dari yg biasa.
Iridium lebih keras lagi dari platinum, juga lebih tahan panas.
Jadi untuk pemakaian yg ekstrim tetep tokcer (misal buat balap)
Denso iridium sekitar 90.000
NGK Platinum sekitar 20.000 Busi biasa? Ceban kurang.

Platinum ma iridium uda masuk kategori busi racing. Soal
untuk harian, seperti yg bro underbone share, kklo banyak
macetnya mending yg standar aja. alasannya itu tadi klo byk
langsam ketimgang jalan, terjadi carbon fouling di elektroda.
Kerasa koq, ane make NGK Platinum lebih cepet kotor businya.

bosan dgn teori ?, Lanjuut ke Praktek…

IMG-20110813-00912

Diatas itu semua Busi yang pernah saya pakai , Merk Bosch dan Splitfire belum termasuk, listnya kebetulan ketinggalan , nanti coba saya tambahkan kalo inget, sebagai catatan , semua busi diatas bisa dipasang di Ruby 250 std dan sama dengan Busi Supra-X, kecuali Busi paling kanan yg paling panjang , itu milik Supra-X 125 , busi tsb tdk cocok utk Ruby Anda , karena terlalu panjang pada body elektrodanya…

IMG-20110813-00913

Denso Iridium IUF22 , DC = 85 sd 90 rebu , km seharusnya panjang , tapi sptnya nda cocok buat Ruby, setelah beberapa waktu apinya jadi kecil.

IMG-20110813-00914

NGK D7HVX Platinum,DC = 25 rebu, ini sangat cocok buat Ruby, bunga api besar dan tahan lama, menurut kawan2 MACI yg beli Ruby 250 , dikombinasikan dengan klep dan perklep yg tepat , bisa bikin lari 140 km/jam tanpa Bore-up

IMG-20110813-00915

Denso U22FS, DC = 10 rebu ,ORI standard Supra-X, beli di Astra Honda , good buat harian …

IMG-20110813-00916

NGK C7HSA, good buat harian

Untuk melihat kondisi Ruang mesin Anda , Anda bisa melihat kotoran di kepala busi anda , contoh
Image

Note :

Busi racing biasanya rentan sama yang namanya pengapian. Busi racing dirancang buat Rpm tinggi dan pengapian yang sempurna.

Nah kalo di pake buat motor harian yg banyak stop n go nya (apalagi daerah Jakarta yg sering macet) maka dari itu kurang cocok.

Pada saat stop n go, karbu akan lebih banyak menyemprotkan kabut bensin ke ruang pembakaran. So pasti tuh busi jadi agak” lepek ke basahan, akibatnya busi jd cepet mati.

Sayangkan busi racing yg mahal harganya itu cuma kepake sebentar doank.

Disarankan buat motor harian cukup pake busi standart. Tapi kalo motor anda walaupun tidak di korek mau pake busi racing ya silahkan saja

Apalagi kalo doyan ngebut di jalanan, makin sipp dah BBM jg makin irit coz pengapian yg di dongkrak dari busi racing tsb.

Advertisements

About rockerss07

Motorcycle Anthusiast
This entry was posted in Utak Atik Ruby 250cc. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s